
Dalam kekosongan hidup ini
Aku hanya bisa berdiam diri
Sedih yang tak kunjung usai
Kini kutenggelamkan dalam lautan deritaku
Seribu langkah kakiku berpijak
Untuk mengarungi dunia hidupku
Itu semua tak cukup
Untuk bisa sampai dalam dunia rahasia hidupku
Beribu syair indah yang dilontarkan sang pujangga
Dengan sabda-sabda kehidupannya
Membuatku terengah dengan tiap lantunan baitnya
Kehidupan yang begitu konyol pikirku
Yang bubuhi dengan sejuta kebohongan, kecurangan dan kemunafikan
Dengan perpaduan kata-kata yang tak bermakna
Kamis, 02 September 2010
Kamis, 26 Agustus 2010
Hidup Terhembus Tanpa Ikatan

Perenungan akan hidup itu slalu ada
Salah langkah dalam sebuah pilihan
Terkadang bimbang menusuk relung hati
Kupandangi sekitarku
Hanya pohon tandus dan pasir berbisik menorah hati
Illahi………
Ku merasa hirup pikuk dalam hening
Apakah harus kuteruskan atau kusudahi penantian ini
Ketika letih menghampiri
Harap cemas kutepis agar berlalu
Kutengadahkan kedua tangan
Berharap jawab itu kutemukan
Agar usah ku merubah arah
Dan menyibak lembaran kelam kisih demi kisih
Ku Ingin Berada Dalam Puncak MunajatMu

Ya Rabb…
Hamba adalah salah satu hambaMu yang lemah
Engkau Maha Tahu atas apa yang akan terjadi dan menimpa diri ini
Aku takur dan tak ingin kehilangan cinta dariMu
Tapi hati ini tak mampu untuk mengusir rasa kekaguman
Dari paras cantik dari titisan Hawa yang Engkau ciptakan
Ya Rabb…
Aku berharap agar Engkau memberiku kesejukan dari embun cinta
Yang menetes dari dinding surgaMu yang menyatu dalam cawan cinta dan kasihMu
Aku selalu berharap agar Engkau selalu menuntun langkahku
Untuk melewati jalanan garis takdir yang Engkau ukir buatku
Agar aku mendapat ridho dariMu
Karena aku hanya menyerahkan hidup dan matiku padaMu
Aku amat mengagumi cinta dan segala keindahan semesta ciptaanMu
Tapi akupun tak munafik untuk tidak mengagumi pesona kecantikan
Dari seorang mahluk ciptaanMu
Dan berharap agar Engkau menjadikan yang kukagumi sebagai pendamping hidup
Yang Engkau ridhoi dan mampu menjadikanku lebih mendekatkan diri ini padaMu
Mampu menepis luka dan menghapus air mata
Serta menjadi pendengar setia dari setiap curahan hati
Juga menjadi makmum dalam imamku
Untuk menuju rahmatMu
Rabu, 25 Agustus 2010
Sepenggal Karya

Aku ingin selalu menepis noda-noda
Yang dibuat oleh sebuah nafsu
Dan menghapus aliran air mata yang selalu meratap
Dan mengalir amat hebat dalam relung hati
Agar usah kukembali di masa lampau
Tapi mengapa aku selalu terpenjara dalam suasana konyol
Aku tak ingin meletakkan derita di atas segalanya
Yang dapat memperbudak aku dan membunuh diriku sendiri
Ya Ilahi………
Dengan penuh rasa syukur
Aku bersimpuh dalam kehadiratMu
Lakal Hamdu Ya Allah
Muliakan aku dengan Al-Qur’anMu agar aku tak terjatuh dalam lembah kenistaan
Curahkan kesabaran dan keikhlasan dalam diri HambaMu yang kerdil dan penuh noda dan dosa
Hati yang selalu pilu dengan jiwa yang remuk
Oleh keindahan duniawi
Aku ingin melebur derita jiwa itu kehadiratMu
Dan tak ingin mengabadikan cinta di atas derita
Sabtu, 17 Januari 2009
SAHABAT
Didekatmu amat tenang
Pencaran matamu menjanjikan sebuah kebahagiaan
Yang menimbulkan berbagai tanda Tanya
Dan membuatku harus mencari sebuah jawaban
Denganmu aku tak perlu bimbang
Senganmu aku musnahkan rasa takutku
Tanpa dirimu hidupku terasa hampa
Karena dirimu hidupku amat berarti
Dalam sedih engkau selalu menghiburku
Dalam duka engkau selalu menemaniku
Sangat terkutuk jika perpisahan menyelimuti
Kita harus membuat suatu pembuktian
Bahwa kita adalah satu
duhai sahabatku…..
akankah persahabatan kita abadi
ya…….
Aku sangat yakin akan hal itu
Selamat Datang
Semoga Allah SWT Slalu Memberikan Rahmat dan Hidayah-Nya Kepada Kamu Sekalian
Amin.....................!!!!!!!